SEKILAS INFO

     » WEBSET RESMI KECAMATAN KEBONSARI # N K R I HARGA MATI
Selasa, 30 Juni 2015 - 08:47:57 WIB
Saradan Digoyang Gempa

Diposting oleh : Baskoro Widha Mandala.S.Sos
Kategori: Tentang Madiun - Dibaca: 297 kali

SARADAN – Warga di Dusun Pohulung, Desa Klangon, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, patut waspada. Sebab, Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi gempa susulan masih berpotensi mengguncang pemukiman penduduk di lereng Gunung Pandan tersebut. Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun Edi Haryanto, sehari pasca-diguncang gempa berkekuatan 4,2 skala richter (SR) Kamis (25/6), pihaknya langsung koordinasi dengan BMKG Klas II Tretes. ‘’Dari kordinasi itu, kami mendapatkan tiga pesan utama. Salah satunya, (gempa) masih dimungkinkan terjadi lagi,’’ tegasnya kemarin (27/6). Terkait kemungkinan gempa susulan itu, Edi tetap meminta seluruh warga desa setempat tidak panik. Sebab, BMKG baru benar-benar bisa memastikan setelah melihat langsung melalui alat pendeteksi gempa. ‘’Jadi kebenaran dari pesan itu (gempa susulan, Red), BMKG juga tidak bisa memprediksi secara jelas sekarang ini,’’ ujarnya. Adapun penyebab gempa bumi di lereng Gunung Pandan itu karena pergerakan cesar-cesar (lempengan) lokal. BMKG menyebut, daerah-daerah yang terindikasi pergerakan cesar lokal itu meliputi Saradan, Mejayan hingga perbatasan Madiun-Ponorogo. ‘’Untuk perkembangan teknis lanjutan seputar gempa bumi itu kami sepenuhnya mengandalkan informasi BMKG. Sebab, kami tidak punya keahlian khusus di bidang itu,’’jelasnya. Terkait intensitas gempa yang sebelumnya telah berlangsung tujuh kali, pihaknya tidak menerima laporan resmi dari BMKG. Satu-satunya laporan yang masuk hanya mengabarkan gempa berkekuatan 4,2 SR Kamis kemarin. ‘’Mungkin sebelumnya getarannya kecil dan sebentar, jadi tidak sampai terpantau,’’ paparnya. Soal kerugian materiil, BPBD Kabupaten Madiun memastikan tidak terlalu besar. Sebab, kerusakan yang terjadi di setiap rumah relatif sedang dan ringan. Seperti tembok retak atau genteng pecah. ‘’Sebagaimana instruksi bupati, recovery kerugian materiil diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing warga. Jadi, kami tidak mengalokasikan dana taktis khusus untuk itu,’’ ungkapnya. Warga setempat juga diimbau tetap waspada. Setidaknya memiliki kesadaran yang baik untuk mengantisipasi jika nanti terjadi gempa susulan. Seperti sigap keluar rumah begitu merasakan getaran atau bersembunyi di bawah kolong meja maupun tempat tidur. ‘’Kami juga mengimbau warga mengingatkan warga lain saat terjadi gempa. Seperti kompak membunyikan kentongan,’’ pintanya. Kapolsek Saradan AKP Martinus Tjanu menegaskan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan warga, pos pengamanan (pospam) tetap didirikan hingga tiga hari ke depan. ‘’Jika selepas tiga hari ke depan kondisi lingkungan Desa Klangon sudah dinyatakan aman dan normal, maka penyiagaan kami akhiri,’’ jelasnya. (adm/bas)